SUARAJATENG – 16 Juli 2025 – Sosok jurnalis muda yang dikenal dengan julukan “Wartawan Ndeso” kini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan kalangan masyarakat. Ia adalah **Latif Khoirullah, seorang wartawan dari Media Indonesia Maju, yang secara terbuka menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk datang langsung ke wilayah Grobogan, Jawa Tengah, guna menindak tegas dugaan-dugaan kasus korupsi di daerah tersebut.
Latif yang saat ini tinggal di Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, di perbatasan langsung dengan Grobogan, mengaku sering melihat secara langsung kondisi jalan rusak dan berbagai persoalan masyarakat desa, khususnya saat dirinya menghadiri pengajian dan kegiatan sosial.
“Benar, saya dari dulu sering ke dunia majelis mengikuti kiyai saya, dan di situlah saya sering melihat jalan rusak dan beberapa masalah di masyarakat area Grobogan dan sekitarnya. Maka dari itulah saya termotivasi untuk menelusuri,” ujar Latif.
Tak hanya itu, Latif juga aktif menyuarakan kritik dan membongkar berbagai persoalan lewat media sosial TikTok serta portal berita [www.mediaindonesiamaju.com](http://www.mediaindonesiamaju.com). Keberaniannya membuat banyak pihak memberi dukungan, bahkan dari organisasi masyarakat seperti Pasopati Indonesia, tempat ia kini tergabung.
“Benar, Mas Latif atau Wartawan Ndeso itu salah satu anggota dan rekan seperjuangan kita yang aktif kritisi,” ujar Bang Yon, anggota Pasopati Indonesia.
Salah satu warga, Riyan, juga menyatakan dukungannya.
“Saya mendukung Wartawan Ndeso karena berani bersuara dan mengkritik. Jarang orang yang berani seperti dia,” katanya.
BIOGRAFI
Profil Lengkap Wartawan Ndeso – Latif Khoirullah
Nama Lengkap: Latif Khoirullah
Tempat, Tanggal Lahir:Demak, 14 Juli 2000
Alamat: Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak (Perbatasan Grobogan – Demak)
Riwayat Pendidikan:
* SD Negeri Mijen 1
* SMP Negeri 1 Kebonagung
* SMA Yasiha Gubug (berhenti kelas 1 karena ibunda wafat)
* Menjadi santri dan pengikut KH. Budi Harjono, seorang kiyai nasional
Perjalanan Hidup :
Setelah tidak melanjutkan sekolah formal, Latif memperdalam ilmu keagamaan dan spiritual di dunia majelis dzikir dan sholawat. Dalam perjalanannya bersama KH. Budi Harjono, ia kerap ke pelosok-pelosok desa di wilayah Grobogan, Demak, dan sekitarnya. Pengalaman ini membuatnya peka terhadap masalah sosial, seperti infrastruktur rusak dan kondisi masyarakat bawah.
KH. Budi Harjono mengatakan:
“Latif itu salah satu santri saya. Dari dulu sering mengikuti saya, sering bergaul dengan anak-anak jalanan, mengajari tari sufi anak kecil, dan aktif di berbagai kegiatan majelis.”
Awal Jadi Wartawan:
Perjalanan Latif menjadi wartawan dimulai secara tidak sengaja. Saat itu ia diminta untuk mengajari tari sufi oleh Fiqih Hidayat, pimpinan Media Indonesia Maju. Melihat karakter dan kepeduliannya terhadap masyarakat, Fiqih kemudian merekrut Latif sebagai wartawan wilayah Jawa Tengah.
Fiqih Hidayat mengatakan:
“Dulu Gus Latif saya minta ajari anak-anak saya tari sufi. Lalu saya rekrut jadi anggota Media Indonesia Maju. Julukan ‘Wartawan Ndeso’ itu saya yang beri karena gaya, bahasa, dan tingkah lakunya yang benar-benar ndeso. Tapi mungkin justru karena itu, jadi ikonik.”
Aktivitas Kini:
Kini, Wartawan Ndeso dikenal aktif mengkritik kebijakan pemerintah di wilayah Demak, Grobogan, dan Jawa Tengah secara umum. Ia juga menjadi suara masyarakat kecil lewat konten sosial dan berita investigasi yang viral di TikTok dan media online.
Latif juga tergabung dalam Ormas Pasopati Indonesia, sebuah wadah besar berisi media, lembaga, dan aktivis sosial yang gencar mengkritik kebijakan pemerintah dan penegakan hukum.
Rep : Ima W
