BLORA, SUARAJATENG — Sebuah video viral di platform TikTok memantik sorotan publik terhadap pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr. R. Soetijono Blora. Video tersebut diunggah pada Selasa pagi, 15 Juli 2025, oleh akun TikTok Sobatngarit, memperlihatkan situasi di ruang IGD yang diduga tidak ada tenaga kesehatan berjaga saat itu.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, pengunggah yang merupakan salah satu keluarga pasien menyampaikan keluhannya karena tidak ada petugas medis yang siap siaga di ruang IGD pada selasa jam 5 pagi. Bahkan, disebutkan bahwa seorang dokter jaga ditemukan sedang tidur. Ketika dibangunkan, dokter tersebut diduga menunjukkan sikap tidak ramah dan marah – marah.
“Jam 5 pagi tidak ada sama sekali dokter jaganya. Tidur. Dibangunkan malah marah-marah,” ungkap pengunggah dalam video tersebut.
Video ini memancing berbagai komentar dari netizen. Salah satunya, akun miftahijab membagikan pengalamannya, “Cukup jadi pelajaran saja, aku pernah lahiran SC, rujukan dari puskesmas jam 10 malam dan sudah harus di-SC. Sampai di RSUD Blora cuma dijanjikan saja segera SC, alhasil jam 6 pagi baru di-SC. Suamiku pas waktu itu ingin marah karena aku sudah kesakitan. Sekedar pengalaman, tidak akan aku ulangi lagi ke RSUD tersebut.”

Menanggapi kejadian tersebut, Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, M.Kes., saat dikonfirmasi oleh tim media melalui whatsap pribadinya mengatakan, “Biar riil, ke Kabid (Kepala Bidang) saja ya, karena saya masih di Jogja.” Meski demikian, dr. Puji menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen rumah sakit. “Untuk pembenahan dalam pelayanan, komitmen kami akan menjadi cambuk untuk pelayanan yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.
Sementara itu, warga Blora bernama Achmad, yang akrab disapa Gundul, turut menyuarakan kekecewaannya. “Saya sebagai warga Blora sangat kecewa terhadap pelayanan RSUD. Kalau kejadian seperti ini terus terjadi, lebih baik masyarakat mencari rumah sakit lain yang pelayanannya lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan juga datang dari Kabid Pelayanan RSUD, dr. Farida Laela. Saat dikonfirmasi melalui whatsap pribadinya ia menyampaikan, “Insyaallah besok njihh, ini sudah jam pulang. Kira-kira data apa yang diperlukan dari kami?” Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai jam pulang yang dianggap terlalu cepat (pukul 14.31 WIB), pertanyaan tersebut hanya terbaca centang biru tanpa jawaban.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, turut menanggapi kejadian ini. “Akan kita kasih teguran untuk pembenahan ke depannya,” tegasnya saat dihubungi media.
Masyarakat Blora berharap pihak RSUD dr. R. Soetijono Blora tidak abai terhadap kualitas pelayanan, terlebih yang menyangkut nyawa dan kesehatan. “Gaji mereka dari rakyat. Sudah seharusnya mereka melayani dengan sepenuh hati, bukan semaunya sendiri,” ungkap salah satu warga.
