BLORA, SUARA JATENG – Kasus prostitusi kini tak lagi di jajakan langsung para pencari pria hidung belang, mereka seolah mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang.
Melalui aplikasi michat mereka menawarkan diri untuk berkencan dengan pria hidung belang di hotel atau penginapan di mana tempat mereka menginap.
Transaksi esek-esek tersebut cukup terbilang murah mulai dari Rp.200.000 sampai Rp. 500.000 hal ini tentunya agar dengan gampang dapat merayu para pelanggan pria hidung belang.
Vega(Nama samaran) Sangat menyayangkan dengan semakin maraknya para wanita open BO tersebut yang stay di hotel dan penginapan bahkan ada juga di tempat kos di Kabupaten Blora, Jawa tengah.
Vega( Nama samaran ) berharap pihak terkait dalam hal ini polisi pamong praja (Pol PP) dan pihak kepolisian untuk dapat melakukan tindakan tegas terhadap para wanita open BO ini yang di duga kebanyakan berasal dari luar daerah Kabupaten Blora dan kalau perlu mencabut izin usaha Hotel dan penginapan yang tidak melarang para wanita open BO ini sebagai tempat stay mereka.
Sebab ini merupakan fenomena negatif yang kian marak terjadi di masyarakat, praktik tersebut membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, ungkapnya.
Lebih lanjut vega(nama samaran) mengatakan dampak negatifnya berupa penyebaran penyakit menular, pelanggaran hukum,merusak moral, merugikan pihak yang terlibat hingga dapat menimbulkan masalah dalam keluarga dan lingkungan sekitar. oleh karena itu perlu kesadaran Bersama dari masyarakat untuk bersikap kritis dan menolak praktik open BO tersebut, pungkasnya.
