BLORA,SUARAJATENG – Kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Bogorejo, Blora, Jawa Tengah, Minggu (17/8/2025) menyisakan cerita pilu. Sukrin, salah satu korban yang kehilangan anak istrinya, kini berjuang mencari keadilan.
Sukrin mengaku kecewa karena saat kejadian, dirinya justru diminta diam oleh sejumlah orang di lokasi.
“Saya malah disuruh diam sama orang situ. Terus saya jawab, lihat keluarga saya terbakar,” kata Sukrin saat ditemui di kantor advokat Sugiyarto, Ngawen, Sabtu (13/9/2025).
Ia juga menyinggung sikap kepala desa yang menurutnya hanya menyaksikan tanpa banyak bertindak.
“Pak kades itu waktu lihat, ya cuma lihat aja keadaan istri dan anakku. Terus saya bilang, kamu akan saya tuntut,” ujarnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Sukrin menceritakan kondisi tragis istrinya pasca kebakaran.
“Saya paling kasihan sama istri saya. Saya lihat istri saya telanjang, nggak ada yang ngasih pakaian. Harga dirinya kayak nggak ada sekali,” tuturnya.
Merasa tak sanggup berjuang sendiri, Sukrin menunjuk pengacara Sugiyarto sebagai kuasa hukum untuk menuntut semua pihak terkait.
“Yang saya tuntut ya pihak terkait semua. Jangan ada A, B, atau C, pokoknya semua pengelola yang ada di situ saya tuntut,” tegasnya.
Ia juga mendesak, agar seluruh sumur minyak di Desa Gandu ditutup permanen.
“Tuntutan saya itu sumur di Desa Gandu tutup semua biar aman. Cukup saya aja yang merasakan, jangan warga lain,” katanya.
Menurutnya, hingga kini masih ada sumur minyak yang beroperasi diam-diam di desa tersebut. Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi hingga Presiden turun tangan, Dikutip dari https://blok7.id
“Harapan saya ke Gubernur dan Presiden itu ya ikut bertanggung jawab. Jangan tutup mata kalau lihat rakyatnya seperti ini,” pungkas Sukrin.
Sebagaimana diberitakan, kebakaran hebat melanda sumur minyak di Desa Gandu, Bogorejo, Blora pada Minggu (17/8/2025) dan baru bisa dipadamkan setelah tujuh hari. Tragedi tersebut menelan korban jiwa hingga lima orang.
Adapun korban yang meninggal dunia yakni Tanek yang tewas di lokasi kejadian pada Minggu (17/8/2025), disusul Wasini dan Sureni pada Senin (18/8/2025). Yeti, istri dari Sukrin, mengembuskan napas terakhir di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta pada Sabtu (23/8/2025). Sementara korban termuda, Abu Dhabi (2) anak Sukrin yang masih bslota, meninggal di rumah sakit yang sama pada Kamis (11/9/2025).
Dilangsir dari
https://blok7.id
(Tim redaksi)
