BLORA, SUARA JATENG – W oknum guru olahraga salah satu SMPN di Blora belum bisa ditemui wartawan lantaran afraid (takut).
Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah SMPN, WD mengatakan bahwa, jangan ditemui dulu ya. Dirinya mohon maaf kalau mau ketemu W oknum guru olahraga tersebut jangan sekarang. Siapapun apabila guru yang melakukan kesalahan, bila ketemu sama orang asing apalagi wartawan, pasti afraid/takut.
“Walaupun ini salah satu dari bentuk keterbukaan publik, tapi jangan dibuka terlalu bebas juga. Sebetulnya publik sudah mengetahui, tapi namanya pelaku juga dijaga privasinya,” ungkap WD.
“Bahkan TOPI dari kelas 7 sudah mau dikeluarkan, tapi saya yang melarang. Bahkan secara tidak langsung saya adalah korban dari TOPI, karena saya mempertahankan TOPI dan pasti bapak/ibu guru tidak suka pada saya karena hal tersebut. Namun satu sisi dalam aturan, ada yang harus kita pertahankan,” lanjutnya.
Sementara itu, WD menjelaskan untuk surat pernyataan atau teguran terhadap W oknum guru olah raga tersebut, suratnya tertulis (fisik).
“Untuk surat pernyataan atau teguran untuk W jangan dilihat dan di foto dulu, soalnya semua sudah saya serahkan di kabid dinas pendidikan. Nanti kalau dilihatkan sana sini tidak pas,” jelasnya.
Disinggung terkait surat pernyataan atau teguran tersebut, apakah sudah sampai ke kabid, WD menjelaskan, belum. Padahal tadi WD mengatakan bahwa surat tersebut sudah diserahkan ke kabid. Mana yang betul?
“Maaf, belum mas, surat pernyataan atau teguran belum sampai kabid, mungkin besok atau kapan. Biar dari guru olahraganya sendiri yang datang ke dinas pendidikan guna mengantar surat pernyataan itu,” katanya.
“Sedangkan untuk pembinaan harus ada kunjungan. Yang namanya pembinaan, misal seperti saya, tiap hari Sabtu harus melakukan pembinaan kepada guru,” tandas WD.
Dinas Pendidikan Kabupaten Blora
Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sudah berkunjung ke sekolah, Senin (24/2/2025).
“Untuk siswa TOPI sudah ngobrol dan bercanda sama guru olahraganya,” ungkap WD.
“Bahkan orang tua TOPI ke sekolah dan TOPI sendiri dari SD sudah bermasalah. Bahkan orang tua TOPI sering dipanggil,” jelas WD menirukan bahasa orang tua TOPI.
Disamping itu, lanjut WD, dinas pendidikan juga sudah memberikan himbauan atau teguran kepada W.
“Dari dinas pendidikan kesekolahan, untuk memberi binaan ke saya. Namanya saya bawahan, wajar kalau dibina dan dibina,” kata WD.
“W sudah saya pertemukan ke kabid dan langsung bikin surat pernyataan sesuai dengan prosedur, lalu langsung dibina sama pak kabid Selamet,” tambahnya.
Terpisah, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selamet mengatakan, sudah mendapat surat pernyataan dan memberikan teguran serta pembinaan kepada oknum guru olahraga itu.
“Saya sudah ketemu W dan langsung pembinaan. Untuk surat pernyataan ada di sekolah,” pungkasnya.
(ACHMAD)
